Ongkir Gratis vs Subsidi Ongkir: Strategi Mana yang Lebih Menguntungkan?

Siapa yang tidak suka ongkir gratis? Di marketplace, promo “Gratis Ongkir” selalu menjadi magnet paling kuat untuk menarik pembeli. Tapi sebagai pemilik toko online, apakah strategi ongkir gratis selalu menguntungkan?

Dalam artikel ini, kita akan membedah tuntas dua strategi populer: Ongkir Gratis dan Subsidi Ongkir. Mana yang lebih cocok untuk bisnis Anda?

Memahami Psikologi “Gratis”

Kata “GRATIS” memiliki kekuatan magis dalam marketing. Riset menunjukkan bahwa otak manusia merespons kata “gratis” dengan cara yang berbeda—seolah-olah mendapatkan bonus tanpa effort apapun.

Dalam konteks e-commerce, ongkos kirim sering menjadi “deal breaker”. Banyak customer yang:

  • Sudah memasukkan produk ke cart
  • Melihat total + ongkir
  • Merasa “kemahalan”
  • Abandon cart

Fenomena ini dikenal sebagai shipping shock—keterkejutan saat melihat biaya ongkir yang tidak terpikirkan sebelumnya.

WooCommerce Shipping Strategy
Strategi shipping yang tepat bisa meningkatkan konversi

Strategi 1: Ongkir Gratis Total

Ini adalah strategi paling agresif—semua ongkir ditanggung penjual tanpa syarat.

Kelebihan:

  • Conversion rate tinggi – Customer tidak perlu mikir soal ongkir
  • Simple messaging – “FREE SHIPPING untuk semua produk!”
  • Kompetitif – Bisa bersaing dengan marketplace besar

Kekurangan:

  • Margin tergerus – Terutama untuk produk murah dengan ongkir mahal
  • Tidak sustainable – Sulit dipertahankan jangka panjang
  • Rawan rugi – Order dari luar Jawa bisa bikin boncos

Kapan cocok digunakan?

  • Produk dengan margin tinggi (>50%)
  • Produk ringan dengan ongkir rendah
  • Target market terbatas (misal: khusus Jabodetabek)
  • Flash sale atau promo terbatas

Strategi 2: Ongkir Gratis dengan Minimum Order

Variasi yang lebih aman: “Gratis Ongkir untuk pembelian minimal Rp 200.000”

Kelebihan:

  • Meningkatkan AOV (Average Order Value)
  • Customer termotivasi untuk menambah item
  • Margin lebih terjaga

Kekurangan:

  • Customer dengan budget pas-pasan mungkin tidak jadi beli
  • Perlu kalkulasi yang tepat untuk menentukan threshold

Tips menentukan minimum order:

Hitung rata-rata ongkir × 2, lalu tambahkan ke harga produk terlaris Anda. Misalnya rata-rata ongkir Rp 25.000 dan produk terlaris Rp 150.000, maka minimum order yang masuk akal adalah Rp 200.000.

Strategi 3: Subsidi Ongkir

Ini adalah middle ground yang sering dilupakan. Daripada menanggung 100% ongkir, Anda hanya menanggung sebagian.

Contoh implementasi:

  • “Diskon ongkir Rp 15.000 untuk semua pengiriman”
  • “Ongkir flat Rp 10.000 ke seluruh Indonesia”
  • “Subsidi ongkir 50% untuk pembelian di atas Rp 100.000”

Kelebihan:

  • Lebih sustainable untuk jangka panjang
  • Customer tetap merasa diuntungkan
  • Fleksibel – bisa disesuaikan dengan margin produk
  • Fair – Customer tetap berkontribusi untuk ongkir

Kekurangan:

  • Tidak se-“catchy” ongkir gratis
  • Perlu komunikasi yang jelas agar customer paham benefit-nya
WooCommerce Ongkos Kirim Indonesia
Plugin ongkos kirim Indonesia untuk WooCommerce

Studi Kasus: Toko Fashion Online

Mari kita simulasikan dengan angka real:

Produk: Kaos premium
Harga jual: Rp 150.000
HPP: Rp 60.000
Margin kotor: Rp 90.000 (60%)
Rata-rata ongkir: Rp 25.000

Skenario A: Ongkir Gratis Total

Profit per order = Rp 90.000 – Rp 25.000 = Rp 65.000

Skenario B: Subsidi Ongkir Rp 15.000

Customer bayar ongkir: Rp 10.000
Profit per order = Rp 90.000 – Rp 15.000 = Rp 75.000

Skenario C: Tanpa Subsidi (Customer bayar full)

Profit per order = Rp 90.000

Tapi tunggu—kita juga harus memperhitungkan conversion rate:

  • Skenario A: CR 4% dari 1000 visitor = 40 orders × Rp 65.000 = Rp 2.600.000
  • Skenario B: CR 3.2% dari 1000 visitor = 32 orders × Rp 75.000 = Rp 2.400.000
  • Skenario C: CR 2% dari 1000 visitor = 20 orders × Rp 90.000 = Rp 1.800.000

Dalam kasus ini, ongkir gratis tetap menghasilkan total profit tertinggi karena peningkatan conversion rate yang signifikan.

Cara Implementasi di WooCommerce

Jika Anda menggunakan WooCommerce, ada beberapa cara untuk mengimplementasikan strategi ini:

1. Setting Bawaan WooCommerce

WooCommerce sudah menyediakan opsi “Free Shipping” dengan minimum order. Cukup set di WooCommerce > Settings > Shipping > Free Shipping.

2. Plugin Shipping Indonesia

Untuk kalkulasi ongkir yang akurat dengan kurir Indonesia (JNE, TIKI, SiCepat, dll), Anda membutuhkan plugin khusus. AgenWebsite Shipping menyediakan fitur:

  • Integrasi multi-kurir Indonesia
  • Perhitungan ongkir real-time
  • Setting subsidi ongkir per zona
  • Free shipping dengan kondisi tertentu

Tips Memilih Strategi yang Tepat

Tidak ada strategi yang one-size-fits-all. Pertimbangkan faktor-faktor ini:

  1. Margin produk – Semakin tinggi margin, semakin leluasa Anda subsidi ongkir
  2. Berat produk – Produk berat = ongkir mahal = subsidi terbatas
  3. Target market – Jika fokus di satu area, lebih mudah kasih gratis ongkir
  4. Kompetitor – Lihat apa yang dilakukan kompetitor dan cari diferensiasi
  5. Cash flow – Subsidi ongkir butuh modal. Pastikan cash flow sehat

Kesimpulan

Baik ongkir gratis maupun subsidi ongkir, keduanya adalah tools marketing yang powerful jika digunakan dengan tepat. Kuncinya adalah:

  • Hitung dengan teliti impact terhadap margin
  • Test dan ukur conversion rate
  • Komunikasikan benefit dengan jelas ke customer
  • Evaluasi berkala dan adjust strategi

Untuk implementasi yang lebih advanced seperti subsidi ongkir berdasarkan zona, minimum order dinamis, atau integrasi dengan kurir Indonesia, pastikan Anda menggunakan plugin shipping yang tepat seperti AgenWebsite Shipping yang sudah didesain khusus untuk kebutuhan toko online Indonesia.

Strategi mana yang akan Anda coba dulu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *