Pindah dari Shopee ke Website Sendiri
Shopee jago narik pembeli lewat program gratis ongkir dan voucher. Tapi kalau penjualanmu makin bergantung ke program itu — dan biaya layanan terus motong marginmu — mungkin saatnya punya toko online sendiri. Kami yang siapin teknisnya.
Penjualan Shopee Bagus, Tapi Marginnya ke Mana?
Shopee memang jago menggerakkan pembeli. Tapi buat seller, ada beberapa hal yang pelan-pelan terasa.
Biaya layanan & program memotong margin
Biaya layanan per transaksi plus ongkos ikut program seperti Gratis Ongkir dan voucher diambil dari tiap penjualan. Omzet ramai, tapi yang nyangkut di kantong tipis.
Pembeli loyal ke promo, bukan ke tokomu
Banyak pembeli datang karena gratis ongkir dan diskon. Begitu promo berhenti atau ada toko lain lebih murah, mereka pindah.
Perang harga & flash sale
Untuk kelihatan, sering harus ikut potongan dan banting harga — yang lagi-lagi menggerus untung.
Data pembeli dipegang platform
Kamu susah follow-up atau bikin program pelanggan setia karena kontak pembeli bukan milikmu.
Tergantung algoritma & program
Visibilitas tokomu naik-turun ngikut keputusan platform dan keikutsertaan program.
Website Sendiri: Promo yang Kamu Atur, Untung yang Kamu Pegang
Dengan website toko online sendiri (WooCommerce di domain milikmu), kamu yang menentukan aturan mainnya.
Tanpa potongan layanan per transaksi
Marketplace umumnya memungut sekitar 5–8% gabungan per transaksi. Website sendiri cuma butuh langganan tahunan yang flat — promo kamu rancang sendiri, bukan dipaksa platform.
Strategi ongkir di tanganmu
Mau kasih ongkir lebih murah untuk menarik pembeli? Itu jadi keputusanmu, bukan beban program yang dipotong dari marginmu.
Pembeli loyal ke brand-mu
Tampilan dan pengalaman belanja sepenuhnya milikmu, jadi pembeli ingat tokomu — bukan cuma promonya.
Data customer jadi asetmu
Kamu pegang kontak dan riwayat belanja untuk follow-up, retargeting, dan program pelanggan setia.
WebStore Bikin Gratis Ongkir Versi Kamu Sendiri
WebStore by AgenWebsite ngerjain seluruh sisi teknisnya, dan punya fitur yang pas banget buat seller eks-Shopee. Prosesnya: konsultasi gratis → demo toko (3–7 hari) → setup & migrasi → website live dengan pendampingan.
Diskon Ongkir
Kasih ongkir lebih murah dengan strategi yang kamu atur sendiri. Ini "gratis ongkir versi kamu", tanpa biaya program yang dipotong platform.
Generate resi 14+ kurir
JNE, J&T, SiCepat, AnterAja, TIKI, POS, Ninja, Lion Parcel, IDexpress, SPX, JX, Everpro, Paxel, GoSend (via Everpro plan), plus JNE & POS International. Ongkir otomatis muncul di checkout.
Notifikasi WhatsApp otomatis (paket Pro)
Update order, pembayaran, dan resi langsung ke WhatsApp pembeli. Komunikasi personal yang bikin pelanggan merasa diurus.
Terima pembayaran online
Transfer bank & QRIS langsung di website, dana masuk ke rekeningmu.
Store Kit
Toko siap jualan dari hari pertama; kamu nggak mulai dari nol.
Tetap Bisa Jualan di Shopee Sambil Bangun Toko Sendiri
Pindah ke website sendiri bukan berarti meninggalkan Shopee. Banyak seller jalan dua kaki. Baru mulai riset? Baca dulu panduan pindah dari marketplace ke website sendiri →
Website jadi saluran utama
Marginnya sehat dan datanya milik sendiri, Shopee tetap jadi sumber trafik tambahan.
Teknis serahkan ke tim
Kami pasang plugin, atur tema, konfigurasi ongkir & Diskon Ongkir, lalu kasih training cara mengelola toko sehari-hari.
Support WhatsApp siap
Support WhatsApp selalu siap kalau kamu butuh bantuan.
Pertanyaan Seller Shopee
Bisa, lewat fitur Diskon Ongkir. Kamu yang atur strateginya — misal ongkir lebih murah untuk minimal belanja tertentu — tanpa biaya program yang dipotong platform.
Bangun Toko yang Pembelinya Datang ke Kamu, Bukan ke Promo
Berhenti membayari program yang nguras margin. Ngobrol gratis 30 menit bareng tim kami — kita lihat bareng apakah pindah dari Shopee ke website sendiri cocok buat bisnismu. Gratis, tanpa komitmen, dijawab langsung oleh tim AgenWebsite via WhatsApp.
Konsultasi Gratis 30 Menit