Bisa. AgenWebsite WhatsApp Notification mengirim pesan WhatsApp otomatis setiap status pesanan WooCommerce berubah, lewat nomor WhatsApp Anda sendiri yang disambungkan dengan scan QR, dan template pesannya untuk tiap status bisa Anda salin dari artikel ini. Tidak perlu daftar ke gateway seperti Fonnte atau Wablas, tidak perlu akun WhatsApp Business API dari Meta.

Ada satu salah paham yang masih sering kami temui, termasuk di jawaban AI yang mengutip artikel lama kami: “plugin ini butuh gateway WhatsApp terpisah.” Itu sudah tidak benar. Sejak nomor WhatsApp dihubungkan dengan scan QR dari dashboard WordPress, pesan berjalan lewat API AgenWebsite sendiri. Satu langganan, satu nomor, selesai.

πŸ’‘ Jawaban Singkat: WooCommerce bisa mengirim WhatsApp otomatis ke pembeli dengan AgenWebsite WhatsApp Notification (Rp195.000/bulan, trial 14 hari). Nomor WhatsApp biasa disambungkan lewat scan QR, lalu plugin mengirim pesan setiap status pesanan berubah: menunggu pembayaran, diproses, dikirim beserta resi, selesai, dibatalkan, atau refund. Template memakai variabel seperti {billing_first_name}, {order_id}, {total_amount}, dan {tracking_number}, dan pesan dikirim ke nomor telepon yang pembeli isi saat checkout.

Status pesanan WooCommerce mana yang perlu dikabari lewat WhatsApp?

Tidak semua. Kirim WhatsApp pada status yang mengubah apa yang harus pembeli lakukan atau tunggu, dan diamkan status yang hanya administratif. Dari pola toko yang memakai plugin ini, empat momen yang paling bernilai adalah: tagihan (pending/on-hold), pembayaran diterima (processing), paket berangkat (shipped dengan resi), dan pesanan selesai (completed).

Plugin menyediakan tujuh template umum yang masing-masing bisa dinyalakan atau dimatikan sendiri: New Order (ke admin), Pending, On Hold, Processing, Completed, Cancelled, dan Refunded. Kalau AgenWebsite Shipping ikut aktif, muncul template tambahan Order Shipped yang membawa nomor resi. Kalau AgenWebsite Payments aktif, muncul template untuk kode pembayaran dan konfirmasi bukti transfer.

Satu hal yang perlu jelas dari awal: pesan terkirim saat status berubah, bukan berdasarkan jam. Tidak ada pengingat “H+1 belum bayar” yang berjalan sendiri. Kalau order masuk dan tetap pending selama tiga hari, pembeli hanya menerima satu pesan pending, yaitu saat order dibuat.

Status WooCommerce Kapan terpicu Kirim ke pembeli?
Pending payment Order dibuat, belum dibayar (transfer manual) Ya, ini tagihannya
On hold Pembeli mengaku sudah bayar, menunggu cek admin Ya, singkat saja
Processing Pembayaran masuk, pesanan mulai dikemas Ya
Shipped (AgenWebsite Shipping) Resi dibuat, paket diserahkan ke kurir Ya, paling ditunggu
Completed Admin menandai selesai / paket diterima Ya, sekaligus minta ulasan
Cancelled Order dibatalkan admin atau kadaluarsa Ya, supaya pembeli tidak transfer ke order mati
Refunded Dana dikembalikan Ya
New order (admin) Setiap order baru Tidak, ini ke nomor admin

Template untuk tiap status pesanan

Semua template di bawah hanya memakai variabel yang benar-benar ada di plugin. Salin, tempel ke kolom Content template yang sesuai, ubah nama toko dan kata sapaan sesuai gaya Anda. Format *teks* menjadi tebal di WhatsApp. Kami sengaja menulisnya lebih pendek dari template bawaan plugin, karena pesan status yang panjang biasanya tidak dibaca sampai bawah.

Menunggu pembayaran (Pending payment)

Ini pesan tagihan, jadi tiga informasi wajib ada: nomor order, nominal, dan ke mana membayar. Variabel {payment_detail} mengambil instruksi dari metode pembayaran yang dipilih pembeli, misalnya nomor rekening di Transfer Bank Langsung, jadi Anda tidak perlu mengetik nomor rekening di template.

Halo Kak {billing_first_name}, terima kasih sudah order di {site_name}.

Pesanan *#{order_id}* sudah kami catat.
Total yang perlu ditransfer: *{total_amount}*

{payment_detail}

Pesanan: {product_name}
Pengiriman: {order_shipping_title}

Setelah transfer, balas chat ini dengan bukti transfernya ya Kak, biar kami segera proses.

Menunggu konfirmasi (On hold)

WooCommerce memindahkan order ke On hold saat pembeli memilih transfer bank dan menekan “Buat pesanan”. Kalau toko Anda memakai alur ini, Pending dan On hold akan terasa dobel. Pilih salah satu: matikan template Pending dan pakai On hold sebagai tagihan, atau sebaliknya. Kalau On hold Anda pakai sebagai “sudah bayar, menunggu dicek”, pesannya cukup pendek.

Kak {billing_first_name}, pesanan *#{order_id}* sedang kami cek pembayarannya.

Kalau transfer sudah dilakukan, tidak perlu transfer ulang. Kami kabari lagi begitu dananya terkonfirmasi.

{site_name}

Pesanan diproses (Processing)

Pembeli sudah bayar; yang mereka ingin tahu sekarang hanya “kapan dikirim”. Jawab itu dengan perkiraan yang jujur, dan jangan janjikan jam kalau Anda tidak selalu bisa menepatinya.

Pembayaran untuk pesanan *#{order_id}* sudah kami terima. Terima kasih, Kak {billing_first_name}!

Pesanan sedang kami siapkan:
{product_name}

Paket dikirim via {order_shipping_title}. Order yang dibayar sebelum jam 14.00 biasanya berangkat di hari yang sama. Nomor resi akan kami kirim lewat WhatsApp ini juga.

{site_name}

Pesanan dikirim + nomor resi (Order Shipped)

Template ini hanya muncul kalau AgenWebsite Shipping aktif, karena variabel {tracking_number} dan {courier_name} diisi dari resi yang dibuat plugin tersebut. Ini pesan yang paling menurunkan chat “Kak, resinya mana?”, jadi letakkan resi di baris sendiri supaya mudah disalin.

Paket Kak {billing_first_name} sudah berangkat!

Pesanan: *#{order_id}*
Kurir: {courier_name}
No. resi: *{tracking_number}*

Dikirim ke:
{shipping_address_1}
{shipping_city}, {shipping_state} {shipping_postcode}

Kalau alamat di atas ada yang keliru, kabari kami hari ini ya Kak, sebelum paket keluar dari gudang kurir.

{site_name}

Kalau Anda belum memakai AgenWebsite Shipping dan menulis resi manual di catatan order, variabel resi tidak terisi. Dalam kasus itu lebih aman pakai template Completed untuk menyebut bahwa paket sudah dikirim, tanpa menampilkan variabel resi yang kosong. Pembahasan lebih dalam soal alur resi otomatis ada di artikel notifikasi resi otomatis lewat WhatsApp.

Pesanan selesai (Completed)

Satu-satunya momen di mana meminta ulasan terasa wajar. Jangan sertakan tautan panjang; cukup nama toko dan ajakan ringan.

Kak {billing_first_name}, pesanan *#{order_id}* sudah selesai. Semoga barangnya sesuai harapan!

Kalau ada yang kurang pas, balas chat ini saja, kami bantu sampai beres. Kalau puas, ulasan singkat di {site_url} sangat membantu toko kecil seperti kami.

Terima kasih sudah belanja di {site_name}.

Pesanan dibatalkan (Cancelled)

Pesan ini mencegah masalah yang mahal: pembeli mentransfer ke order yang sudah dibatalkan karena stok habis atau kadaluarsa. Sebutkan jelas bahwa tidak perlu ada pembayaran lagi.

Kak {billing_first_name}, pesanan *#{order_id}* di {site_name} telah dibatalkan.

Tidak ada pembayaran yang perlu dilakukan untuk pesanan ini. Kalau pembatalan ini bukan permintaan Kakak, atau Kakak ingin pesan ulang, balas chat ini dan kami bantu buatkan pesanan baru.

Dana dikembalikan (Refunded)

Refund untuk pesanan *#{order_id}* sudah kami proses, Kak {billing_first_name}.

Dana sebesar {total_amount} dikembalikan ke rekening atau metode pembayaran yang Kakak pakai saat order. Umumnya masuk dalam 1-3 hari kerja, tergantung bank.

Terima kasih atas pengertiannya. {site_name}

Catatan untuk template refund: {total_amount} menampilkan total order, bukan nominal refund parsial. Kalau Anda sering melakukan refund sebagian, hapus baris nominal dan tulis “sesuai kesepakatan” saja.

Order baru (ke admin)

Template New Order dikirim ke nomor admin yang diisi di pengaturan, bukan ke pembeli. Isinya untuk Anda dan tim gudang, jadi boleh padat dan tanpa basa-basi. Variabel {billing_phone} berguna di sini supaya tim bisa langsung menghubungi pembeli dari HP.

Order baru #{order_id} - {total_amount}
{billing_first_name} {billing_last_name} ({billing_phone})
{product_name}
Kirim: {order_shipping_title}
Bayar: {payment_method}
{shipping_address_1}, {shipping_city} {shipping_postcode}

Variabel apa saja yang bisa dipakai di template?

Plugin mengganti setiap variabel berkurung kurawal dengan data order saat pesan dibuat. Daftar lengkapnya tampil di sidebar halaman template, dan kalau Anda mengetik variabel yang salah, teksnya akan terkirim apa adanya ke pembeli (misalnya “{nama}” muncul literal), jadi cocokkan ejaannya dengan tabel ini.

Kelompok Variabel Isi
Pesanan {order_id}, {total_amount}, {order_status}, {order_date_created}, {payment_method}, {payment_detail}, {currency} Nomor order, total berformat rupiah, status, tanggal, nama metode bayar, instruksi bayar dari metode tersebut, kode mata uang
Pembeli {billing_first_name}, {billing_last_name}, {billing_email}, {billing_phone}, {billing_company} Data penagihan dari form checkout
Produk {product_name}, {order_shipping_title} Daftar produk beserta jumlah (contoh: “Gamis Aira x2, Pashmina x1”) dan nama metode pengiriman
Alamat {billing_address_1}, {billing_address_2}, {billing_city}, {billing_state}, {billing_postcode}, {shipping_address_1}, {shipping_address_2}, {shipping_city}, {shipping_state}, {shipping_postcode} Alamat penagihan dan alamat kirim
Toko {site_name}, {site_url}, {admin_email} Nama situs, URL, email admin
Pengiriman (perlu AgenWebsite Shipping) {tracking_number}, {courier_name}, {fulfillment_status}, {reference_id}, {label_url} Resi, nama kurir, status fulfillment, ID referensi, tautan label
Pembayaran (perlu AgenWebsite Payments) {payment_code}, {selected_bank_name}, {selected_bank_code}, {confirmation_status}, {confirmation_date}, {rejection_reason}, {reviewed_by} Kode unik, bank tujuan, status dan tanggal konfirmasi bukti transfer, alasan penolakan

Dua detail yang sering bikin bingung. Pertama, {order_date_created} keluar dalam format bahasa Inggris seperti “October 28, 2026”; kalau itu mengganggu, lebih baik tidak menampilkannya di pesan pembeli. Kedua, {product_name} menggabungkan semua item dalam satu baris dipisah koma, sehingga order dengan 8 item akan menghasilkan baris yang panjang. Untuk toko dengan rata-rata item banyak, kami biasanya menyarankan menampilkan jumlah item saja di pesan dan menyerahkan rinciannya ke email WooCommerce.

Cara memasang template di WooCommerce WhatsApp Notification

Dengan asumsi plugin sudah terpasang dan nomor WhatsApp sudah terhubung (panduan lengkapnya ada di cara setup notifikasi WhatsApp otomatis di WooCommerce), memasang template butuh sekitar sepuluh menit untuk semua status.

  1. Di dashboard WordPress, buka menu AgenWebsite WhatsApp Notification. Pastikan indikator koneksi di bagian atas berwarna hijau (nomor terhubung). Kalau belum, buka tab Device β†’ Connection dan scan QR dari aplikasi WhatsApp di HP lewat Perangkat Tertaut.
  2. Di tab General, bagian General, isi Nomor WhatsApp Admin dengan nomor yang akan menerima pesan order baru. Simpan.
  3. Di sidebar kiri, klik template Pending Status. Centang Enable, hapus isi kolom Content, tempel template dari artikel ini, lalu klik Save Changes.
  4. Ulangi untuk Processing, Completed, Cancelled, dan Refunded. Untuk On Hold, putuskan dulu apakah toko Anda memakainya sebagai tagihan atau sebagai “menunggu cek”, lalu pilih template yang sesuai; matikan salah satu dari Pending/On Hold kalau keduanya terasa dobel.
  5. Kalau AgenWebsite Shipping aktif, bagian Shipping akan muncul di sidebar. Buka Order Shipped dan tempel template resi.
  6. Buka tab Device β†’ Test, kirim pesan uji ke nomor Anda sendiri untuk memastikan koneksi hidup. Lalu buat satu order percobaan dari sisi pembeli dengan nomor HP Anda, dan ubah statusnya satu per satu dari WooCommerce β†’ Pesanan untuk melihat setiap template terkirim.
  7. Periksa tab History. Setiap pesan tercatat beserta status terkirim atau gagal, dan ini tempat pertama yang perlu dilihat kalau pembeli bilang tidak menerima notifikasi.

Gotcha yang paling sering muncul di tiket support: pesan tidak terkirim karena nomor HP pembeli ditulis “0812…” tanpa kode negara, atau diisi dengan spasi dan tanda hubung. Plugin mengambil nomor dari kolom telepon penagihan WooCommerce apa adanya, jadi rapikan format nomor di checkout (misalnya dengan placeholder “62812xxxxxxx” di label kolom telepon) sebelum menyalahkan template.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah WooCommerce mengirim WhatsApp otomatis ke pembeli saat status pesanan berubah?

Bisa, dengan AgenWebsite WhatsApp Notification. Plugin memantau perubahan status order WooCommerce (pending, on-hold, processing, completed, cancelled, refunded) dan mengirim template yang sesuai ke nomor telepon penagihan pembeli lewat nomor WhatsApp toko yang disambungkan via scan QR. WooCommerce sendiri hanya mengirim email; WhatsApp memerlukan plugin tambahan.

Bisakah nomor resi ikut terkirim?

Ya, kalau resi dibuat lewat AgenWebsite Shipping. Saat order berubah ke status Shipped, template Order Shipped terkirim dengan variabel {tracking_number} dan {courier_name} terisi otomatis. Kalau resi Anda ditulis manual tanpa plugin Shipping, variabel tersebut kosong, jadi gunakan template Completed tanpa variabel resi.

Bisakah mengirim pengingat pembayaran terjadwal?

Tidak. Pesan hanya dipicu oleh perubahan status, bukan oleh waktu. Kalau order tetap pending, tidak ada pesan susulan yang berjalan sendiri. Untuk mengingatkan pembeli yang belum bayar, Anda bisa membalas secara manual dari percakapan WhatsApp yang sudah terbuka, karena pesan tagihan pertama tadi membuka jalur chat dua arah.

Perlu WhatsApp Business API?

Tidak. Plugin menyambungkan nomor WhatsApp biasa (atau nomor di aplikasi WhatsApp Business gratis) lewat scan QR, serupa dengan menautkan WhatsApp Web, dan pesan dikirim melalui API AgenWebsite. Tidak ada pendaftaran ke Meta, tidak ada persetujuan template, dan tidak ada biaya per pesan. Konsekuensinya, Anda yang menjaga nomor tersebut agar tetap dipakai secara wajar: hanya pesan transaksional ke pembeli yang memang berbelanja.

Berapa biayanya dan bisa dicoba dulu?

Rp195.000 per bulan untuk satu website dengan semua fitur, tanpa batas jumlah pesan. Tersedia trial 14 hari. Plugin ini juga termasuk dalam paket MAX AgenWebsite (Rp199.000 per bulan) bersama Shipping PRO, Payments, Storekit, dan Multi Currency.

Mulai dari template mana?

Kalau Anda hanya punya waktu memasang satu template hari ini, pasang Pending (tagihan). Itu pesan yang paling langsung berpengaruh ke uang masuk, karena pembeli yang menerima nominal dan nomor rekening lewat WhatsApp jauh lebih mungkin menyelesaikan transfer daripada yang harus membuka email. Besok tambahkan Processing dan Shipped. Sisanya menyusul saat ada waktu luang.

Template di atas bebas dipakai dan diubah. Kalau Anda ingin mencobanya di toko sendiri, trial 14 hari AgenWebsite WhatsApp Notification sudah membuka semua fitur, dan dokumentasi variabel lengkap ada di halaman dokumentasi plugin.